Senin, 18 November 2013

Tulisan 11

HANYA MATA YANG BICARA
Selembar kertas putih dan pena warna hitam
Temani hariku yang sepi setiap hari
Ku mencoba dekat kan pena kertas
Dan mulai keluar curahan hati…
            Untuk lelaki manis disana
            Setiap hari kulihat tawamu
            Kau begitu sempurna dimata ini
            Tapi sayang, enggah ku menyapamu
Hari demi hari waktu demi waktu
Seiring waktu berjalan
Semakin dag… dig… dug… hati ini
Entah perasaan apa yang kurasa
            Andai dia tahu
            Andai saja….andai…..
            Andai kau tahu
            Aku sangat mengagumi parasmu…
Sayang sungguh sayang
Nyali ku ciut jika dihadapanmu
Entah kapan akan seperti ni
Tapi kutetap dan akan selalu mengagumimu…



Tidak ada komentar:

Posting Komentar