HANYA
MATA YANG BICARA
Selembar
kertas putih dan pena warna hitam
Temani
hariku yang sepi setiap hari
Ku
mencoba dekat kan pena kertas
Dan
mulai keluar curahan hati…
Untuk lelaki manis disana
Setiap hari kulihat tawamu
Kau begitu sempurna dimata ini
Tapi sayang, enggah ku menyapamu
Hari
demi hari waktu demi waktu
Seiring
waktu berjalan
Semakin
dag… dig… dug… hati ini
Entah
perasaan apa yang kurasa
Andai dia tahu
Andai saja….andai…..
Andai kau tahu
Aku sangat mengagumi parasmu…
Sayang
sungguh sayang
Nyali
ku ciut jika dihadapanmu
Entah
kapan akan seperti ni
Tapi
kutetap dan akan selalu mengagumimu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar