Senin, 27 Oktober 2014

Tulisan 2



Harus Tinggalkan Perusahaan, Susi Pudjiasti Berlinang Air Mata
Ekonomi · 26 Okt 2014 22:08
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation, Susi Pudjiastuti berlinang air mata saat bicara di depan wartawan. Pasalnya, dengan didaulat  sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan maka sudah menjadi keharusan untuk meninggalkan usaha yang ditekuninya selama ini.
"Malam ini saya ingin mengucapkan terimakasih, kepada semua customer, stakeholder, member Susi Air, PT ASI Pudjiastuti Marine dan seluruh nelayan Indonesia, yang telah membawa, mendukung, mengantarkan saya Susi Pudjiastuti ke tempat dan hari ini dimana saya diminta Presiden Jokowi dan tim membantu Kabinet Kerja," kata di Jakarta, Minggu (26/10/2014).
Bukan tanpa alasan, Susi merasa berat hati untuk meninggalkan semua pekerjaan yang selama ini ia tekuni karena untuk bisa mencapai seperti saat ini, menurutnya membutuhkan waktu yang lama.
Susi bisa membangun sebuah perusahaan dari yang semula tidak dikenal menjadi perusahaan yang menjadi andalan oleh banyak orang.
Bahkan dia pun mengenang masa-masa sulit dimana dia harus meyakinkan bank untuk memberikan pinjaman dana untuk beli pesawat.
"Dimana saya mencoba 4 tahun meyakinkan perikanan, lobster, ikan udang bisa membayar pesawat yang harganya jutaan dollar. Seperti hal yang sudah biasa dilakukan  pioner  mengawali pekerjaan, mereka bilang you crazy," lanjutnya.
Namun, kebanggaan juga dirasakannya mengingat hingga hari ini Susi Air telah memiliki 50 armada. Dengan jumlah 153 destinasi dan 200 rute di seluruh Indonesia.
"Susi Air telah jadi tool, solusi transportasi," ungkapnya.
Hari ini pukul 17.00 WIB Susi dipilih menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Rencananya, dia akan dilantik pada Senin 27 Oktober 2014. (Amd/Gdn)
Credits: Arthur Gideon
Pendapat : Menurut saya Susi Pudjiastuti adalah wanita yang pekerja keras, sabar, tekun, tidak pantang menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan yang dilaluinya. Saat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan susi bisa membangun sebuah perusahaan dari yang semula tidak dikenal menjadi perusahaan yang menjadi andalan oleh banyak orang. Bahkan dia pun mengenang masa-masa sulit dimana dia harus meyakinkan bank untuk memberikan pinjaman dana untuk beli pesawat. Jangan mudah putus asa untuk mencapai cita-cita yang diinginkan .
Sumber:
http://m.liputan6.com/bisnis/read/2124780/harus-tinggalkan-perusahaan-susi-pudjiasti-berlinang-air-mata

Minggu, 19 Oktober 2014

Tugas 1



TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan“, di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.

1.     Syarat Bagi Tanggung Jawab Moral

1. tanggung jawab mengandaikan bahwa suatu tindakan dilakukan dengan sadar dan tahu. Tanggung jawab hanya bisa dituntut dari seseorang kalau ia bertindak dengan sadar dan tahu akan tindakannya itu serta konsekwensi dari tindakannya. Hanya kalau seseorang bertindak dengan sadar dan tahu, baru relevan bagi kita untuk menuntut tanggung jawab dan pertanggungjawaban moral atas tindakannya itu.

2. tanggung jawab juga mengandalkan adanya kebebasan pada tempat pertama. Artinya, tanggung jawab hanya mungkin relevan dan dituntut dari seseorang atas tindakannya, jika tindakannya itu dilakukannya secara bebas.

3. tanggung jawab juga mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu. Ia sendiri mau dan bersedia melakukan tindakan itu.

2.     Status Perusahaan

      Menurut De George secara khusus membedakan dua macam pandangan mengenai status perusahaan.

1. pandangan legal-creator, yang melihat perusahaan sebagai sepenuhnya ciptaan hukum, dan karena itu ada hanya berdasarkan hukum.

2. pandangan legal-recognation yang tidak memusatkan perhatian pada status legal perusahaan melainkan pada perusahaan sebagai suatu usaha bebas dan produktif.

3.     Lingkup Tanggung Jawab Sosial

1.    pertama harus dikatakan bahwa tanggung jawab sosial menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kepentingan pihak-pihak lain secara lebih luas daripada sekedar terhadap kepentingan perusahaan belaka.

2.    perusahaan telah diuntungkan dengan mendapat hak untuk mengelola sumber daya alam yang ada dalam masyarakat tersebut dengan mendapat keuntungan bagi perusahaan tersebut.

3.    tanggung jawab sosial melalui berbagai kegiatan sosial, perusahaan memperlihatkan komitmen moralnya untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan bisnis tertentu yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas.

4.    keterlibatan sosial, perusahaan tersebut menjalin hubungan sosial yang lebih baik dengan masyarakat dan dengan demikian perusahaan tersebut akan lebih diterima kehadirannya dalam masyarakat tersebut.

4.      Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan

1. Tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar-besarnya
Argumen paling keras yang menentang keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan adalah paham dasar bahwa tujuan utama, bahkan satu-satunya, dari kegiatan bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar-besarnya.

2. Tujuan yang terbagi-bagi dan harapan yang membingungkan
Bahwa keterlibatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan akan menimbulkan minat dan perhatian yang bermacam-macam, yang pada akhirnya akan mengalihkan, bahkan mengacaukan perhatian para pimpinan perusahaan. Asumsinya, keberhasilan perusahaan dalam bisnis modern penuh persaingan yang ketat sangat ditentukan oleh konsentrasi seluruh perusahaan, yang ditentukan oleh konsentrasi pimpinan perusahaan, pada core business-nya.

3. Biaya keterlibatan sosial
Keterlibatan sosial sebagai wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan malah dianggap memberatkan masyarakat. Alasannya, biaya yang digunakan untuk keterlibatan sosial perusahaan itu byukan biaya yang disediakan oleh perusahaan itu, melainkan merupakan biaya yang telah diperhitungkan sebagai salah satu komponen dalam harga barang dan jasa yang ditawarkan dalam pasar.

4. Kurangnya tenaga terampil di bidang kegiatan sosial
Argumen ini menegaskan kembali mitos bisnis amoral yang telah kita lihat di depan. Dengan argumen ini dikatakan bahwa para pemimpin perusahaan tidak professional dalam membuat pilihan dan keputusan moral. Asumsinya, keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial adalah kegiatan yang lebih bernuansa moral, karitatif dan sosial.

5.     Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan

1.  Kebutuhan dan harapan masyarakat yang semakin berubah
Setiap kegiatan bisnis dimaksudkan untuk mendatangkan keuntungan. Ini tidak bisa disangkal. Namun dalam masyarakat yang semakin berubah, kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap bisnis pun ikut berubah. Karena itu, untuk bisa bertahan dan berhasil dalam persaingan bisnis modern yang ketat ini, para pelaku bisnis semakin menyadari bahwaa mereka tidak bisa begitu saja hanya memusatkan perhatian pada upaya mendatngkan keuntungan sebesar-besarnya.

2.  Terbatasnya sumber daya alam
Argumen ini didasarkan pada kenyataan bahwa bumi kita ini mempunyai sumber daya alam yang terbatas. Bisnis justru berlangsung dalam kenyataan ini, dengan berupaya memanfaatkan secara bertanggung jawab dan bijaksana sumber daya yang terbatas itu demi memenuhi kebutuhan manusia. Maka, bisnis diharapkan untuk tidak hanya mengeksploitasi sumber daya alam yang terbatas itu demi keuntungan ekonomis, melainkan juga ikut melakukan kegiatan sosial tertentu yang terutama bertujuan untuk memelihara sumber daya alam.

3.  Lingkungan sosial yang lebih baik
Bisnis berlangsung dalam suatu lingkungan sosial yang mendukung kelangsungan dan keberhasilan bisnis itu untuk masa yang panjang. Ini punya implikasi etis bahwa bisnis mempunyai kewajiban dan tanggung jawab moral dan sosial untuk memperbaiki lingkungan sosialnya kea rah yang lebih baik.

4. Pertimbangan tanggung jawab dan kekuasaan
Keterlibatan sosial khususnya, maupun tanggung jawab sosial perusahaan secara keseluruhan, juga dilihat sebagai suatu pengimbang bagi kekuasaan bisnis modern yang semakin raksasa dewasa ini. Alasannya, bisnis mempunyai kekuasaan sosial yang sangat besar.

5. Bisnis mempunyai sumber-sumber daya yang berguna
Argumen ini akan mengatakan bahwa bisnis atau perusahaan sesungguhnya mempunyai sumber daya yang sangat potensial dan berguna bagi masyarakat. Perusahaan tidak hanya punya dana, melainkan juga tenaga professional dalam segala bidang yang dapat dimanfaatkan atau dapat disumbangkan bagi kepentingan kemajuan masyarakat .


6. Keuntungan jangka panjang
Argumen ini akan menunjukkan bahwa bagi perusahaan, tanggung jawab sosial secara keseluruhan, termasuk keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial merupakan suatu nilai yang sangat positif bagi perkembangan dan kelangsungan pengusaha itu dalam jangka panjang.

6.     Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Prinsip utama dalam suatu organisasi profesional, termasuk perusahaan, adalah bahwa struktur mengikuti strategi. Artinya, struktur suatu organisasi didasarkan dan ditentukan oleh strategi dari organisasi atau perusahaan itu.

Strategi umumnya menetapkan dan menggariskan arah yang akan ditempuh oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya demi mencapai tujuan dan misi sesuai dengan nilai yang dianut perusahaan itu.