Sabtu, 15 Juni 2013

Tulisan 1





Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM)

Inilah salah satu kasus dengan adanya (BLSM).Rencana pemerintah memberikan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) menyusul rencana kenaikan harga BBM, langsung disikapi masyarakat kalangan peternak di Kabupaten Purbalingga.

Mereka secara beramai-ramai menjual ternak sapi yang dipeliharanya, agar bisa mendapat BLSM dari pemerintah.

''Ini mengejutkan. Ternyata rencana pemerintah memberikan BLSM sebagai bentuk kompensasi kenaikan harga BBM, langsung disikapi peternak dengan menjual ternak sapinya,'' jelas Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Purbalingga, Maria Sri Marahsi Wulan, Selasa (4/6).

Akibat banyaknya peternak yang menjual ternak sapinya, data Sensus Pertanian 2013 menunjukkan angka mengejutkan. Dari hasil sensus bidang peternakan, populasi ternak sapi di Purbalingga turun drastis.

''Dari data itu, menunjukkan adanya penurunan angka yang drastis pada populasi sapi dan kerbau dibandingkan hasil pencatatan tahun 2011 lalu,'' jelasnya.

Menurutnya, hasil pencatatan sapi potong dan kerbau (PSPK) tahun 2011, di seluruh Kabupaten Purbalingga tercatat populasi sapi dan kerbau seanyak 17.534 ekor. Namun hasil sensus pertanian 2013, jumlah ini mengalami penurunan hingga 28,37 persen menjadi hanya tinggal 12.560 ekor.

Yang mengejutkan, ketika petugas sensus menanyakan alasan peternak tidak lagi memelihara ternak, ada beberapa peternak yang mengaku karena ingin memperoleh BLSM.

''Saya tidak bisa memastikan apakah ini jawaban jujur atau tidak. Tapi ada beberapa peternak yang menyatakan hal seperti itu,'' jelasnya.

Para peternak mengaku khawatir tidak akan mendapat BLSM, bila kelak tercatat masih memiliki sapi atau kerbau. Hal ini karena harga sapi atau kerbau saat ini, sudah cukup tinggi.

Maria mengungkapkan, untuk harga sapi anakan berusia 3 bulan saja, bisa dihargai hingga Rp 5 juta. Apalagi untuk sapi yang sudah dewasa.

Namun dia mengakui, pernurunan populasi ternak sapi potong dan kerbau ini, tidak hanya terjadi di Purbalingga. Di 35 kabupaten lain di Provinsi Jawa Tengah, juga mengalami penurunan populasi sapi.

Bahkan berdasarkan data yang dia peroleh, penurunan populasi sapi dan kerbau paling besar terjadi di Kota Surakarta, mencapai 66,88 persen. Sedangkan terendah di Kabupaten Banjarnegara, dengan penurunan hanya 13,95 persen.

''Dengan penurunan jumlah kerbau dan sapi sebanyak 26,33, Kabupaten Purbalingga termasuk yang melampaui rata-rata penurunan populasi sapi se-Jateng, 28, 37 persen,'' jelasnya.
Beberapa Syarat  masyarakat yang layak  menerima blsm :
1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 meter persegi untuk masing-masing anggota keluarga.
2. Jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah, bambu, kayu berkualitas rendah.
3. Jenis dinding bangunan tempat tinggal terbuat dari bambu, rumbia, kayu berkualitas rendah.
4. Fasilitas jamban tidak ada, atau ada tetapi dimiliki secara bersama-sama dengan keluarga lain.
5. Sumber air untuk minum/memasak berasal dari sumur/mata air tak terlindung, air sungai, danau, atau air hujan.
6. Sumber penerangan di rumah bukan listrik.
7. Bahan bakar yang digunakan memasak berasal dari kayu bakar, arang, atau minyak tanah.
8. Dalam seminggu tidak pernah mengonsumsi daging, susu, atau hanya sekali dalam seminggu.
9. Dalam setahun paling tidak hanya mampu membeli pakaian baru satu stel.
10. Makan dalam sehari hanya satu kali atau dua kali.
11. Tidak mampu membayar anggota keluarga berobat ke puskesmas atau poliklinik.
12. Pekerjaan utama kepala rumah tangga adalah petani dengan luas lahan setengah hektare, buruh tani, kuli bangunan, tukang batu, tukang becak, pemulung, atau pekerja informal lainnya dengan pendapatan maksimal Rp600 ribu per bulan.
13. Pendidikan tertinggi yang ditamatkan kepala rumah tangga bersangkutan tidak lebih dari SD.
14. Tidak memiliki harta senilai Rp500 ribu seperti tabungan, perhiasan emas, TV berwarna, ternak, sepeda motor [kredit/non-kredit], kapal motor, tanah, atau barang modal lainnya

Rabu, 12 Juni 2013

Tulisan 2

Strategi Pembangunan Ketahanan Nasional

KETAHANAN NASIONAL BAGI NEGARA
Ketahana Nasional merupakan gambaran suatu negara yang berisi tentang keuletan dan ketangguhan dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik langsung mau pun tidak langsung yang datang dari dalam maupun dari luar negeri tersebut, yang bisa membahayakan integritas, identitas dan kelangsungan hidup bangsa.
Ketahanan Nasional sangat di perlukan oleh negri kita, karena banyaknya ancaman yang dihadapi yang dapat menyebabkan kondisi dan situiasi negri kita selalu berubah – ubah. Karena itu ketahanan nasional hrus dibina dan ditingkatkan , sesuai dengan kondisi dan ancaman yang akan dihadapi oleh negri kita.
ketahanan nasional baru dikenal pada permulaan tahun 60an, pada waktu itu dipakai dalam rangka pembahasan masalah pembinaan territorial atau masalah pertahanan keamana pada umumnya. Lembaga yang secara serius dan terus – menerus mempelajari dan membahas masalah ketahhanan nasional adalah lembaga ketahanan nasional atau LAMHANAS yang didirikan pada tahun 1965.
Dalam pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Jendral Suharto di depan siding DPRtanggal 16 Agustus 1975, dikatakan bahwa ketahanan nasional adalah tingkat keadaan, keuletan dan ketangguhan Bangsa Indonesia dalam menghimpun dan mengarahkan kesungguhan kemampuan nasional dalam menghadapi ancaman yang dapat menghancurkan cita – cita bangsa.
Pembinaan ketahanan nasional kita dilakukan diberbagai bidang seperti ideology, politik, ekonomi, social budaya dan hankam baik secara bersamaan maupun menurit prioritas kebutuhan kita. Peningkatan ketahanan nasional dapat dilakukan dengan cara peningkatan kualitas sumber daya manusia di negri kita yang dapat ditunjukan kepenguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Ketahanan nasional memiliki berbagai sifat untuk mewujudkan negara yang aman yaitu dengan cara :
1. Mandiri
Ketahanan Nasional harus mandiri supaya tidak tergantung kepada negara lain. Dan tidak gampang putusasa dalam menjalankan tugasnya.
2. Dinamis
Ketahanan Nasional tidaklah tetap. Ia dapat meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan kondisi bangsa, Negara serta lingkungan strategisnya.
3. Wibawa
Keberhasioan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara lanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan keseimbangan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa.
4. Konsultasi dan Kerjasama
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan, moral dan kepribadian bangsa.
Kesimpulannya: Ketahanan Nasional dapat berjanlan dengan baik apabila kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia saling bekerja sama untuk mewujudkan negara yang berdaulan adail dan makmur tanpa ada pengecualian dan kita tidak boleh menyimpang dari Ideologi bangsa kita sendiri yaitu PANCASILA.

Tulisan 1



Pengalaman Liburanku

            Hari itu aku sedang sangat bosan berada dirumah. Selama liburan ini aku tidak berlibur kemana mana. Tiba tiba mamaku memanggilku dan memberitahu bahwa kami akan berlibur ke Jatiluhur esok hari. Mama menyuruhku untuk mempersiapkan barang barang yang akan aku bawa untuk esok hari . Aku membawa baju ganti, sunblock, dan berbagai macam makanan ringan.
            Waktu terasa begitu cepat akupun sudah siap, Aku dan keluargaku pergi ke jatiluhur pagi pagi sekali agar terhindar dari macet. Kami menaikki mobil pribadi. Selama perjalan di mobil aku bercengkrama dengan sepupu sepupuku. Selain itu aku juga melihat berbagai pemandangan indah yang tidak aku temukan di Bekasi. Pohon pohon yang rindang dan hijau menghiasi bahu jalan sungguh sangat indah pemandangan yang aku lihat selama perjalanan.
            Udara yang akurasakan sudah sangat berbeda dengan udara yang biasa aku rasakan di Bekasi, Udara di perjalanan ini sangat sejuk, Saat di lampu Merah ada bocah yang menjajakan boneka boneka lucu , diapun menwarkan kami melalui kaca mobil , akupun tertarik dan aku melihat lihat boneka boneka tersebut , ada satu boneka yang sangat aku sukai yaitu boneka hello kitty , aku segera membelinya dan memberikan uang 75000 ke bocah tersebut.
            Tidak terasa kami sudah sampai ketujuan yaitu jatiluhur, sesampainya disana kami segera mencari tempat untuk beristirahat di sebuah saung, udaranya sungguh sejuk membuatku mengantuk. Di saung tersebut kami membuka bekal kami dan memakannya bersama sama. Setelah itu kamipun berenang . Waktu terasa begitu cepat , kami bersiap siap untuk pulang. Aku segera naik ke mobil.
            Saat di perjalanan pulang aku tertidur karena aku sangat lelah . tetapi tiba tiba mobil terhenti, aku mendengar suara mamaku yang mengomel karena ban mobil kami bocor, Ayah ku berusaha mencari tambal ban dengan menaikki ojek , ternyata tempat tambal ban tidak jauh dari lokasi kami . akhirnya ban mobil ku pun didorong dengan dibantu oleh warga sekitar menuju tempat tambal ban. Akhirnya ban mobil berhasil ditambah , aku dan keluargaku mengucapkan terimakasih kepada wargta ,kamipun melanjutkan perjalanan kembali.