Sabtu, 26 November 2011

Tulisan 7


Nama    : Vinny Setiawan
Kelas     : 1EA19
Npm      : 17211291
Tulisan 7
Kegalauan hati
        Cuaca pagi ini cukup cerah aku berniat untuk pergi kerumah pacarku,Erik . Aku sudah satu tahun menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dengan Erik . Aku merasa sangat menyayangi Eric .Ia termasuk laki laki yang aku idam idamkan ,ia baik ,penyayang,sabar,tampan ,mendekati sempurna , aku sungguh bersyukur bisa mendapatkan Eric.
          Tidak terasa taksi yang aku naiki sudah tiba di depan rumah Eric ,Aku segera turun dan  membayar ongkos  taksi  kepada sopir taksi itu. Rumah Eric terlihat sepi, aku berpikir kemana ibu eric mengapa rumahnya begitu sepi . Aku segera memencet bel yang terpajang di tembok. Tidak lama keluarlah sesosok pria tinggi besar keluar dari pintu , ya Eric itu lah Erik lelaki yang kuanggap sempurna untukku. Melihat kedatanganku tersungging senyum dari bibir Erik aku pun membalas senyuman itu . Aku dan Erik segera masuk kerumahnya .
          Erik segera mengetahui kedatanganku kerumahnya untuk memberikan ucapan ulang tahun dan tentunya hadiah untuknya . Akupun segera merengkuh tubuh Erik dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Ucapan ulang tahunku dibalas dengan kecupan yang diberikan oleh Erik dikeningku . Sungguh aku sangat senang mendapatkan kecupan itu. Setelah itu Erik segera pergi kekamarnya untuk berganti pakaian. Erik mengajakku untuk keluar makan malam . Oh tidak mengapa Eric tidak memberitahukanku terlebih dahulu. Aku sungguh tidak siap untuk pergi makan malam saat ini pakaian sungguh tidak mendukung . Aku berusaha menolak makan malam itu dan menjelaskan alasaanya . Eric malah mengatakan bahwa aku pun sudah cantik dengan menggunakan pakaian seperti itu. Oh Tuhan Erik sangat tahu membuat aku mabuk kepayang , aku sangat senang mendengar perkataanya. Tidak lama Erik keluar dari kamarnya dan sudah berganti pakaian , oh erik ia semakin tampan setelah berganti pakaian. Aku pun segera pergi makan malam dengan Erik.
Seminggu berselang setelah makan malam itu , hubunganku dengan Eric semakin erat dan harmonis ,sugguh tidak henti hentinya aku bersyukur pada Tuhan atas kekasih yang ia berikan padaku.
Selesai kuliah aku ingin segera pulang, aku merasa capek sekali setelah mengikuti pelajaran matematika, tetapi ketika aku berjalan menuju ke parkiran motor terdengar suara seorang wanita memaggil nama ku,
”Diana, panggil wanita itu.
“Ya? Akupun menoleh dan menjawab panggilannya.
Wanita itu berlari kecil menghampiriku ,aku tidak mengetahui siapa wanita ini tetapi mengapa ia tau namaku . Wanita itupun mengenalkan namanya. Nama wanita itu meri ya meri . Meri mempunyai wajah yang pucat dan matanya sembab aku berpikir apakah habis menangis atau ia sedang sakit, aku tidak tahu.
Meri mengajak aku bicara , aku bingung apa yang mau dibicarakan meri ,aku mengenalnya saja baru sekarang. Kami pergi kesebuah restoran .Kamipun memesan makanan yang ada di menu . Meri pun segera berbicara .
“Aku tau kamu pacarnya erik kan ?” Tanya meri.
“iya ? kenapa memang?” tanyaku bingung .
“Aku adalah pacar Eric , selama berpacaran dengan kamu Erik berselingkuh denganku .Erik telah menghamiliku Diana ,aku sudah memberitahunya dan memintanya untuk bertanggung jawab tetapi ia menolaknya dengan alas an ia tidak mencintaiku tetapi ia hanya mencintamu “,cerita Meri sambil menangis .
Mendengar perkataan Diana seperti tersambar petir,bumi seakan terbelah menjadi dua mataku nanar . “Apa katamu ?Erik berselingkuh denganmu dan kini kamu mengandung anak dari Erik?
“Ya Diana ,jawab meri.
“Tidak mungkin , Erik adalah laki laki yang setia dia tidak mungkin melakukan itu padaku “.
“Kalau tidak percaya suruh saja Erik datang kemari”, kata meri
Aku pun mengikuti saran Diana, aku segera menelpon Eric utuk dating tanpa memberitahu keberadaan Meri. Aku ingin tahu kebenarannya. Tidak lama kemudian Erik datang , dan ketika ia melihat Meri mukanya berubah tagang dan pucat ia berusaha untuk berjalan mengampiriku dan duduk di sebelahku . Tanpa menunggu lama aku segera menjelaskan semuanya. Erik tampak lemas dan Meri pun hanya bisa menangis .
“Maafkan aku Diana,maafkan aku ,benar aku telah berselingkuh dengannya, aku khilaf Diana”. Ucap Erik lirih.
Hatiku hancur berkeping keeping ,marah, galau ,kecewa tidak percaya bercampur menjadi satu . Air matakupun sudah tidak dapat terbendung lagi semuanya tumpah membasahiku.
“Maaf Diana, aku akan tetap berada disampingmu, aku tidak aan meninggalkanmu aku hanya mencintaimu.
“Dengan terisak akupun menjawab,” Tidak erik kau tidak bisa laagi bersamaku , aku sudah sanagat kecewa padamu ,selama ini aku sudah sangat mempercayaimu ,tapi apa ternya kau berselingkuh dengannya , lagi pula kau harus mempertanggungjawabkan pernuatanmu ,Meri dan bayi yang ada di kandungannya lebih membutuhkanmu. Setelah mengatakan itu aku segera berdiri dan beranjak pergi tetapi Erik segera mengenggam tanganku dan memeluk tubuhu erat,Oh Tuhan hatiku sangat galau aku ingin Erik tetap bersamaku tapi tidak bisa ia harus bersama meri.Aku segera melepaskan pelukan Erik , aku pun segera berlari dan  pergi  meninggalkan Erik dan Meri berdua .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar