Nama : Vinny Setiawan
Kelas : 1EA19
Npm : 17211291
Tulisan
7
Kegalauan
hati
Cuaca pagi ini cukup cerah
aku berniat untuk pergi kerumah pacarku,Erik . Aku sudah satu tahun menjalin
hubungan sebagai sepasang kekasih dengan Erik . Aku merasa sangat menyayangi
Eric .Ia termasuk laki laki yang aku idam idamkan ,ia baik
,penyayang,sabar,tampan ,mendekati sempurna , aku sungguh bersyukur bisa
mendapatkan Eric.
Tidak terasa taksi yang aku naiki sudah tiba di depan rumah
Eric ,Aku segera turun dan membayar
ongkos taksi kepada sopir taksi itu. Rumah Eric terlihat
sepi, aku berpikir kemana ibu eric mengapa rumahnya begitu sepi . Aku segera
memencet bel yang terpajang di tembok. Tidak lama keluarlah sesosok pria tinggi
besar keluar dari pintu , ya Eric itu lah Erik lelaki yang kuanggap sempurna
untukku. Melihat kedatanganku tersungging senyum dari bibir Erik aku pun
membalas senyuman itu . Aku dan Erik segera masuk kerumahnya .
Erik segera mengetahui kedatanganku kerumahnya untuk
memberikan ucapan ulang tahun dan tentunya hadiah untuknya . Akupun segera
merengkuh tubuh Erik dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Ucapan ulang
tahunku dibalas dengan kecupan yang diberikan oleh Erik dikeningku . Sungguh
aku sangat senang mendapatkan kecupan itu. Setelah itu Erik segera pergi
kekamarnya untuk berganti pakaian. Erik mengajakku untuk keluar makan malam .
Oh tidak mengapa Eric tidak memberitahukanku terlebih dahulu. Aku sungguh tidak
siap untuk pergi makan malam saat ini pakaian sungguh tidak mendukung . Aku
berusaha menolak makan malam itu dan menjelaskan alasaanya . Eric malah
mengatakan bahwa aku pun sudah cantik dengan menggunakan pakaian seperti itu.
Oh Tuhan Erik sangat tahu membuat aku mabuk kepayang , aku sangat senang
mendengar perkataanya. Tidak lama Erik keluar dari kamarnya dan sudah berganti
pakaian , oh erik ia semakin tampan setelah berganti pakaian. Aku pun segera
pergi makan malam dengan Erik.
Seminggu berselang setelah
makan malam itu , hubunganku dengan Eric semakin erat dan harmonis ,sugguh
tidak henti hentinya aku bersyukur pada Tuhan atas kekasih yang ia berikan
padaku.
Selesai
kuliah aku ingin segera pulang, aku merasa capek sekali setelah mengikuti
pelajaran matematika, tetapi ketika aku berjalan menuju ke parkiran motor
terdengar suara seorang wanita memaggil nama ku,
”Diana,
panggil wanita itu.
“Ya?
Akupun menoleh dan menjawab panggilannya.
Wanita
itu berlari kecil menghampiriku ,aku tidak mengetahui siapa wanita ini tetapi
mengapa ia tau namaku . Wanita itupun mengenalkan namanya. Nama wanita itu meri
ya meri . Meri mempunyai wajah yang pucat dan matanya sembab aku berpikir
apakah habis menangis atau ia sedang sakit, aku tidak tahu.
Meri
mengajak aku bicara , aku bingung apa yang mau dibicarakan meri ,aku
mengenalnya saja baru sekarang. Kami pergi kesebuah restoran .Kamipun memesan
makanan yang ada di menu . Meri pun segera berbicara .
“Aku
tau kamu pacarnya erik kan ?” Tanya meri.
“iya
? kenapa memang?” tanyaku bingung .
“Aku
adalah pacar Eric , selama berpacaran dengan kamu Erik berselingkuh denganku .Erik
telah menghamiliku Diana ,aku sudah memberitahunya dan memintanya untuk
bertanggung jawab tetapi ia menolaknya dengan alas an ia tidak mencintaiku
tetapi ia hanya mencintamu “,cerita Meri sambil menangis .
Mendengar
perkataan Diana seperti tersambar petir,bumi seakan terbelah menjadi dua mataku
nanar . “Apa katamu ?Erik berselingkuh denganmu dan kini kamu mengandung anak
dari Erik?
“Ya
Diana ,jawab meri.
“Tidak
mungkin , Erik adalah laki laki yang setia dia tidak mungkin melakukan itu
padaku “.
“Kalau
tidak percaya suruh saja Erik datang kemari”, kata meri
Aku
pun mengikuti saran Diana, aku segera menelpon Eric utuk dating tanpa
memberitahu keberadaan Meri. Aku ingin tahu kebenarannya. Tidak lama kemudian
Erik datang , dan ketika ia melihat Meri mukanya berubah tagang dan pucat ia
berusaha untuk berjalan mengampiriku dan duduk di sebelahku . Tanpa menunggu
lama aku segera menjelaskan semuanya. Erik tampak lemas dan Meri pun hanya bisa
menangis .
“Maafkan
aku Diana,maafkan aku ,benar aku telah berselingkuh dengannya, aku khilaf
Diana”. Ucap Erik lirih.
Hatiku
hancur berkeping keeping ,marah, galau ,kecewa tidak percaya bercampur menjadi
satu . Air matakupun sudah tidak dapat terbendung lagi semuanya tumpah
membasahiku.
“Maaf
Diana, aku akan tetap berada disampingmu, aku tidak aan meninggalkanmu aku
hanya mencintaimu.
“Dengan
terisak akupun menjawab,” Tidak erik kau tidak bisa laagi bersamaku , aku sudah
sanagat kecewa padamu ,selama ini aku sudah sangat mempercayaimu ,tapi apa
ternya kau berselingkuh dengannya , lagi pula kau harus mempertanggungjawabkan
pernuatanmu ,Meri dan bayi yang ada di kandungannya lebih membutuhkanmu.
Setelah mengatakan itu aku segera berdiri dan beranjak pergi tetapi Erik segera
mengenggam tanganku dan memeluk tubuhu erat,Oh Tuhan hatiku sangat galau aku
ingin Erik tetap bersamaku tapi tidak bisa ia harus bersama meri.Aku segera
melepaskan pelukan Erik , aku pun segera berlari dan pergi
meninggalkan Erik dan Meri berdua .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar