Jumat, 25 November 2011

Tulisan 2


TULISAN 2 TEMA : Menarik wisatawan untuk lebih mengenal budaya Indonesia dilihat dari sudut pandang ekonomi

            Di seluruh dunia peninggalan sejarah dan pariwisata mempunyai hubungan yang
tidak terpisahkan. Pariwisata digunakan sebagai alasan ekonomi untuk pelestarian
warisan juga membantu pelestarian benda-benda artefak dan kehidupan rakyat di
mata wisatawan (Hewison).
Kebudayaan dan harta peninggalan nenek moyang seperti diwujudkan melalui seni dapat
ditingkatkan atau diturunkan dengan adanya dampak dari pariwisata (Hughes, dalam Hall, 1999).
            Peranan pariwisata dalam hal perubahan nilai-nilai pribadi maupun kelompok tidak dapat
dipisahkan dari pokok pikiran tentang ”komoditisasi”, yang menunjukkan bahwa apa yang dulunya merupakan ”pertunjukan atau atraksi kebudayaan” perorangan maupun kelompok dari suatu tradisi kebudayaan hidup yang asli telah berubah menjadi ”produk/hasil kebudayaan” untuk memenuhi kebutuhan komersil pariwisata, dengan kata lain kebudayaan telah menjadi suatu ”komoditas” (Hall, 1999). Sebagai contoh kebudayaan suatu suku bangsa dalam bentuk perorangan maupun keragaman budaya dikemas kemudian dijual dengan menggunakan praktek-praktek bisnis profesional, melaui festival biasa maupun event-event istimewa lainnya. Promosi dan pemasaran melalui festival-festival dari cara menghidupkan kembali budaya yang telah punah sebagai paket yang akan dijual ke wisatawan. Upaya menghidupkan kembali budaya
tersebut menjadikan suku bangsa dan budayanya menjadi komoditas pariwisata.
            Komoditas ini menjadi bernilai karena keuntungan devisa atau pendapatan suatu daerah
yang diperoleh, akan tetapi nilai-nilai budayanya menjadi menurun karena yang ditonjolkan
bentuk atraktifnya saja sedangkan jiwa dan apresiasinya tidak ada lagi terutama yang dirasakan
Pariwisata Dan Pelestarian Warisan Budaya oleh pelaku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar