Konsep Penalaran Ilmiah Dalam Kaitannya Dengan
Penulisan Ilmiah
Pengertian Penalaran
Dari beberapa sumber yang telah saya baca, saya mennyimpulkan
bahwa pengertian Penalaran adalah proses berfikir berupa menghubugkan bukti
dari pengamatan indera untuk memperoleh sebuah kesimpulan .
Ciri –ciri penalaran dari beberapa sumber sebagai berikut :
1.
Adanya suatu pola berfikir secara luas (logika)
2.
Sifat analitik dari Proses berfikir.
Dalam penalaran ada 2 konsep yang berbeda yaitu :
1.
Induktif
metode yang
digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum
yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang
belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
2.
Deduktif
penalaran yang memberlakukan
atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum (Smart,1972:64).
Penalaran ini lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau empiri. Dengan
kata lain penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari
kasus-kasus yang bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat
umum.(Suriasumantri, 1985:46).
Penulisan Ilmiah adalah karya tulis yang membahas suatu
masalah yang di tuliskan oleh seorang penulis, dan dapat dipertanggung jawabkan
kebenarannya karena berdasarkan fakta dan informasi.
Konsep
penalaran ilmiah dalam kaitannya dengan penulisan ilmiah
Dilihat dari pengertian penalaran dan karya tulis
ilmiah kita mendapatkan konsep sebagai berikut :
Penalaran adalah suatu proses
berpikir terhadap suatu yang diamati dengan menghasilkan kesimpulan. Sedangkan,
penulisan ilmiah merupakan suatu kegiatan penulisan berdasarkan hasil penalaran
penulis terhadap permasalahan ilmiah.
Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh
pengamatan, peninjauan atau penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut
metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya
dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Atas dasar itu, sebuah karya tulis ilmiah harus memenuhi
tiga syarat:
1. Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah
2. Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode
ilmiah
3. Sosok tampilannya sesuai da telah memenuhi persyaratan
sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa penalaran
menjadi bagian penting dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. Penalaran
dimaksud adalah penalaran logis yang mengesampingkan unsur emosi, sentimen
pribadi atau sentimen kelompok. Oleh karena itu, dalam menyusun karya ilmiah
metode berpikir keilmuan yang menggabungkan cara berpikir/penalaran induktif
dan deduktif, sama sekali tidak dapat ditinggalkan.
Metode berpikir keilmuan sendiri selalu ditandai dengan
adanya:
1. Argumentasi teoritik yang benar, sahih dan relevan
2. Dukungan fakta empirik
3. Analisis kajia yang mempertautkan antara argumentasi
teoritik dengan fakta empirik terhadap permasalahan yang dikaji.
C. Salah Nalar, Pengertian dan Macamnya
Salah nalar (reasioning atau logical fallacy) adalah
kekeliruan dalam proses berpikir karena keliru menafsirkan atau menarik
kesimpulan. Kekeliruan ini dapat terjadi karena faktor emosional, kecerobohan
atau ketidaktahuan.
Daftar Pustaka :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar