Selasa, 18 Maret 2014

Tulisan 1

Konsep Penalaran Ilmiah Dalam Kaitannya Dengan Penulisan Ilmiah

Pengertian Penalaran
Dari beberapa sumber yang telah saya baca, saya mennyimpulkan bahwa  pengertian Penalaran adalah proses berfikir berupa menghubugkan bukti dari pengamatan indera untuk memperoleh sebuah kesimpulan .
Ciri –ciri penalaran dari beberapa sumber sebagai berikut :
1.       Adanya suatu pola berfikir secara luas (logika)
2.       Sifat analitik dari Proses berfikir.
Dalam penalaran ada 2 konsep yang berbeda yaitu :
1.       Induktif
metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
2.       Deduktif
penalaran yang memberlakukan atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum (Smart,1972:64). Penalaran ini lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau empiri. Dengan kata lain penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.(Suriasumantri, 1985:46).
Penulisan Ilmiah adalah karya tulis yang membahas suatu masalah yang di tuliskan oleh seorang penulis, dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya karena berdasarkan fakta dan informasi.
Konsep penalaran ilmiah dalam kaitannya dengan penulisan ilmiah

Dilihat dari pengertian penalaran dan karya tulis ilmiah kita mendapatkan konsep sebagai berikut :  
Penalaran adalah suatu proses berpikir terhadap suatu yang diamati dengan menghasilkan kesimpulan. Sedangkan, penulisan ilmiah merupakan suatu kegiatan penulisan berdasarkan hasil penalaran penulis terhadap permasalahan ilmiah.

Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh pengamatan, peninjauan atau penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Atas dasar itu, sebuah karya tulis ilmiah harus memenuhi tiga syarat:
1. Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah
2. Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode ilmiah
3. Sosok tampilannya sesuai da telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa penalaran menjadi bagian penting dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. Penalaran dimaksud adalah penalaran logis yang mengesampingkan unsur emosi, sentimen pribadi atau sentimen kelompok. Oleh karena itu, dalam menyusun karya ilmiah metode berpikir keilmuan yang menggabungkan cara berpikir/penalaran induktif dan deduktif, sama sekali tidak dapat ditinggalkan.
Metode berpikir keilmuan sendiri selalu ditandai dengan adanya:
1. Argumentasi teoritik yang benar, sahih dan relevan
2. Dukungan fakta empirik
3. Analisis kajia yang mempertautkan antara argumentasi teoritik dengan fakta empirik terhadap permasalahan yang dikaji.
C. Salah Nalar, Pengertian dan Macamnya
Salah nalar (reasioning atau logical fallacy) adalah kekeliruan dalam proses berpikir karena keliru menafsirkan atau menarik kesimpulan. Kekeliruan ini dapat terjadi karena faktor emosional, kecerobohan atau ketidaktahuan.

Daftar Pustaka :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar